Kenapa Malas Menulis Ya?

Kenapa malas menulis?, ya, saya sering mengalami hal ini. Padahal, ada banyak hal yang ingin dicurahkan, namun tetap saja muncul perasaan malas untuk mencurahkannya. Mungkin ada banyak alasan, selain dari dalam diri sendiri, bisa juga karena faktor dari luar, misalnya saja sudah lelah, banyak pekerjaan, ada kegiatan lain, dan lain sebagainya.

Sebenarnya tidak ada yang keliru, karena memang saat dilanda rasa malas, apa saja enggan dilakukan, salah satunya adalah rasa enggan untuk menuangkan ide kedalam bentuk tulisan. Walaupun banyak ide, namun saat dilanda rasa malas tentu saja ide-ide yang berseliweran akan dirasa sia-sia.

Kenapa malas menulis

Kalau membaca dari hasil tulisan orang lain barangkali terlihat mudah dan ingin menulis juga, namun saat hendak menuangkan ide dalam tulisan, biasanya berhenti ditengah jalan, ide seolah enggan berkembang. Saat-saat malas menulis seperti inilah dibutuhkan sebuah motivasi yang berlebih, atau bisa juga dengan “memaksakan diri” untuk membuat draft tulisan sebanyak-banyaknya.

Saya juga sering melakukan demikian, biasanya saat muncul banyak ide, akan tetapi sedang dilanda kemalasan, saya sering membuat poin-poin dalam sebuah draft tulisan, bila suatu saat sedang bersemangat, saya mengembangkan ide yang sudah tertuang dalam draft tulisan tersebut menjadi sebuah posting atau tulisan. Jadi, malas itu manusiawi, tapi kalau malas tapi masih kreatif dan produktif dalam menuangkan ide, itu saya rasa lebih baik.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net

Hambatan Penyebab Kurang Produktif Dalam Menulis

Kurang Produktif Dalam Menulis? – Saya bukanlah orang yang stabil dalam update posting blog, semangat saya naik turun, kadang bisa dapat banyak ide, namun terkadang tak banyak ide yang bisa saya oleh menjadi tulisan. Tak soal, bagi saya itulah seni dalam mengelola sebuah blog.

Barangkali apa yang saya utarakan tak sepenuhnya benar, namun bagi orang yang tak begitu terobsesi dengan banyak posting, menikmati dinamika naik turunnya semangat update posting barangkali lebih menyenangkan ketimbang terpaku pada target dan beban dalam banyak sedikit jumlah posting.

Kurang Produktif Dalam Menulis

Lalu, apakah menjadi sebuah masalah bila seseorang kurang produktif dalam menulis?, saya kira tidak. Jumlah tulisan bukanlah sebuah tolok ukur bagi sebuah blog, tak harus seseorang mentargetkan jumlah posting dalam waktu tertentu. Meski sebenarnya akan lebih baik kalau bisa rajin update tulisan blog, namun tak perlu minder jika memang tak banyak atau bahkan tak ada posting yang bisa dibuat dalam jangka waktu tertentu.

Ngeblog itu soal hati, bila niatnya hanya ingin menuangkan ide dan membebaskan gagasan, sesempat dan semampunya saja dirasa akan lebih nyaman. Jangan jadikan produktivitas sebagai barometer, namun jadikan semangat untuk tetap eksis sebagai landasan untuk terus mencintai blog. Menulis itu penting, makanya ayo menulis, meski kurang produktif sekalipun, yang penting jangan lepas semangat.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net

Ayo Menulis, Karena Menulis Itu Penting

Menulis bukanlah sesuatu yang asing bagi manusia, karena sebagian besar orang dapat menulis. Anak kecil hingga orang tua yang pernah sekolah atau bahkan yang tidak sekolah formal pun saya yakin dapat menulis. Menurut saya menulis itu penting, sangat penting, apapun dan di media manapun. Karena dengan menulis bisa menumpahkan perasaan, mengingat peristiwa yang terjadi sekarang, mengasah kemampuan menulis, menyalurkan bakat dan minat, dan masih banyak hal penting lainnya yang bisa diperoleh dari menulis.

Menulis Apapun Dan Dimanapun

Jaman dulu sebelum internet berkembang seperti sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan buku diary atau catatan harian sebagai tempat untuk menuangkan perasaan dan menulis apapun yang sedang dirasakan dan ingin diungkapkan lewat tulisan. Saya sendiri juga pernah mengalaminya waktu remaja dulu. Tapi, setelah internet mulai memasyarakat, banyak yang beralih tempat curhat, tak lagi menulis secara konvensional dengan kertas dan pena, tapi menggunakan jejaring sosial, blog, atau media lain yang tersedia di dunia maya.

Menulis itu penting

Banyak hal positif yang dapat diperoleh dengan menulis, untuk contoh orang yang sukses atau terkenal karena tulisan-tulisannya, sebut saja nama Raditya Dika yang terkenal karena tulisannya dalam blog yang kemudian dibukukan, Kambing Jantan.

Untuk saya pribadi cenderung suka menulis di blog ketimbang media lain, selain ada yang gratisan, semua yang telah kita tulis bisa terarsipkan. Lain halnya bila menulisnya di social media, misalnya facebook atau twitter, kemungkinan besar tidak akan terarsipkan. Untuk ngeblog tidak dituntut untuk pandai menulis, juga tidak butuh topik tertentu (kecuali memang memahami tema tertentu), apa saja bisa dituangkan dalam tulisan di blog. Karena mengingat betapa pentingnya tulis menulis, jadi, ayo menulis.