Cerpen Yang Belum Selesai

Entahlah, saya tidak tahu apakah saya bisa menulis cerita pendek (cerpen) yang sesuai kaidah atau tidak, karena terkadang saya menulis cerita dan saya namakan sendiri dengan nama cerpen. Tak banyak, namun ada beberapa yang saya simpan dalam bentuk MS Word atau sudah terpublikasikan dalam blog.

Ada yang aneh dan lucu ketika saya menuliskan sebuah cerpen dalam blog, niatnya akan bersambung, karena dalam satu periode menulis tidak selesai sampai ending yang saya harapkan. Namanya juga “blogger malas“, baru dapat seperempat cerita sudah berhenti sampai sekarang, padahal sudah dapat dua kali kesempatan posting.

Ini adalah cerita tentang tulisan saya ditahun 2011, niatnya ingin menyelesaikan, tapi sampai sekarang malah sebagian ide sudah hilang. Bahkan, orang yang menjadi inspirasi cerita tersebut sudah menagih agar ceritanya diselesaikan. Ya, saya memang tidak pandai menulis cerita pendek, apalagi kalau harus sesuai dengan aturan baku dan tata bahasa yang baik dan benar. Namun, saya merasa senang ketika orang merasa “menghargai” tulisan saya dan merasa tertarik untuk membaca cerita saya sampai dengan selesai.

Oh, ya. Saya menulis cerpen tersebut dalam blog lama saya, kalau penasaran ingin tahu bisa dilihat di tautan berikut:

Saya masih punya keinginan untuk menyelesaikan tulisan tersebut, dan berencana mempublikasikannya dalam blog ini dalam satu posting utuh. Tapi, saya tidak tahu kapan, tapi saya targetkan di tahun 2015 ini semua bisa terealisasi. Ini soal kepuasan batin, bukan soal kesesuaian dengan tata bahasa dan aturan baku penulisan cerpen. Semoga saja bisa terwujud, kalau tidak?, ya sudah, nikmati saja.

Ngeblog Itu Soal Hati

Ada yang bilang kalau ngeblog itu ribet, menghabiskan waktu, tapi ada juga yang bilang kalau ngeblog itu asik, menyenangkan. Itu soal rasa, masing-masing orang tentu saja punya pandangan yang berbeda-beda, karena beda orang tentu saja berbeda pula tolok ukurnya.

selera ngeblog
Selera Ngeblog

Ada yang berkata kalau ngeblog itu butuh totalitas, ngeblog itu butuh banyak waktu, ngeblog itu butuh update yang teratur. Tapi, ada juga yang bilang kalau ngeblog itu tidak harus dipaksakan, ngeblog itu tak butuh banyak waktu, ngeblog itu perlu dinikmati meskipun jarang update sekalipun, ngeblog itu yang penting niat, dan banyak pendapat lainnya. Itu soal rasa, masing-masing orang punya pendapat sendiri-sendiri, tak ada yang salah, karena ngeblog itu soal hati.

Ada yang berpendapat kalau blog itu butuh tampilan yang keren, blog yang bagus itu yang SEO-nya jempolan, tapi ada yang berpendapat kalau blog itu apa adanya, tak peduli SEO, yang penting membuat senang. Itu soal rasa, tak perlu ada pembenaran dari masing-masing pendapat, karena tidak ada salah benar, yang ada hanyalah kepuasan batin dari masing-masing orang.

Akhirnya, bukan soal salah-benar, bukan perihal asik-tidak asik, baik-buruk, tapi semua kembali pada selera. Ngeblog itu soal hati, menikmati aktivitas ngeblog lebih berarti ketimbang mengurusi pendapat orang lain yang belum tentu membuat puas batin. Intinya, ngeblog itu soal hati, orang boleh punya pendapat yang berbeda, namun muaranya pada diri masing-masing. Begitu?.