Tulisanku Lucu, Makanya Tidak Jadi Menulis

“Tulisanku lucu, makanya tidak jadi…” demikian kata seorang teman kepada saya, dia bercerita tentang tulisannya sendiri yang dia anggap lucu, sehingga dia tidak jadi meneruskan tulisannya. Memang tak keliru, menilai tulisan diri sendiri memang terkadang ada rasa kurang puas, apalagi bila dibandingkan dengan tulisan orang lain. Namun bukan berarti hal tersebut dijadikan alasan untuk berhenti menulis, bukan?.

Seandainya saja rasa kurang puas terhadap tulisan diri sendiri semacam itu bisa dijadikan sebagai cermin, alangkah baiknya kalau tulisan yang dianggap lucu tesebut di ubah agar menjadi lebih baik lagi. Padahal, belum tentu anggapan orang lain akan sama dengan anggapan diri sendiri, mungkin saja penilaian orang lain akan berbeda, karena sudut pandang dan selera seseorang tentu saja berbeda-beda.

Kalau tulisan yang dibuat bukan tulisan mengenai humor, barangkali tak bisa disebut sebagai tulisan yang lucu. Saya menganggap perasaan aneh atau lucu terhadap tulisan diri sendiri lebih mengarah kepada rasa kurang percaya diri dan butuh keberanian untuk menerim kritik dan masukan dari orang lain.

Menulis memang butuh keberanian dan kesiapan mental, saya sendiri pun kadang demikian, tapi kalau tidak memulai, kapan lagi akan melakukannya?. Tak masalah kalau misalnya tulisan kita di kritik orang, akrena nyatanya setiap orang punya penilaian yang berbeda, saya sendiri juga demikian, tak soal tulisan baik atau buruk, yang penting proses belajar untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik terus berjalan, dan semua harus dimulai dengan sesuatu yang terkadang kita anggap “aneh”.

Ayo Menulis, Karena Menulis Itu Penting

Menulis bukanlah sesuatu yang asing bagi manusia, karena sebagian besar orang dapat menulis. Anak kecil hingga orang tua yang pernah sekolah atau bahkan yang tidak sekolah formal pun saya yakin dapat menulis. Menurut saya menulis itu penting, sangat penting, apapun dan di media manapun. Karena dengan menulis bisa menumpahkan perasaan, mengingat peristiwa yang terjadi sekarang, mengasah kemampuan menulis, menyalurkan bakat dan minat, dan masih banyak hal penting lainnya yang bisa diperoleh dari menulis.

Menulis Apapun Dan Dimanapun

Jaman dulu sebelum internet berkembang seperti sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan buku diary atau catatan harian sebagai tempat untuk menuangkan perasaan dan menulis apapun yang sedang dirasakan dan ingin diungkapkan lewat tulisan. Saya sendiri juga pernah mengalaminya waktu remaja dulu. Tapi, setelah internet mulai memasyarakat, banyak yang beralih tempat curhat, tak lagi menulis secara konvensional dengan kertas dan pena, tapi menggunakan jejaring sosial, blog, atau media lain yang tersedia di dunia maya.

Menulis itu penting

Banyak hal positif yang dapat diperoleh dengan menulis, untuk contoh orang yang sukses atau terkenal karena tulisan-tulisannya, sebut saja nama Raditya Dika yang terkenal karena tulisannya dalam blog yang kemudian dibukukan, Kambing Jantan.

Untuk saya pribadi cenderung suka menulis di blog ketimbang media lain, selain ada yang gratisan, semua yang telah kita tulis bisa terarsipkan. Lain halnya bila menulisnya di social media, misalnya facebook atau twitter, kemungkinan besar tidak akan terarsipkan. Untuk ngeblog tidak dituntut untuk pandai menulis, juga tidak butuh topik tertentu (kecuali memang memahami tema tertentu), apa saja bisa dituangkan dalam tulisan di blog. Karena mengingat betapa pentingnya tulis menulis, jadi, ayo menulis.