Banyak Peminat, Harga Rumah Dijual di Bali Relatif Stabil

rumah dijual di bali
(Photo: 99.co)

Siapa yang tak kenal dengan Bali? Pulau cantik nan eksotis ini memang tersohor akan keindahannya sampai ke seluruh dunia.

Tidak hanya turis lokal saja, turis-turis mancanegara dari berbagai belahan dunia pun seolah tak henti mengunjungi serta mengagumi keindahan dari pulau dengan julukan Island of God ini.

Selain terkenal dengan landscape wilayah Bali yang cantik dan pantai-pantainya yang eksotis, Bali juga terkenal dengan unsur kearifan lokalnya yang masih sangat terjaga.

Bahkan, yang membuat Bali semakin menarik adalah, unsur budaya yang terdapat di Bali seakan bersandingan apik dengan modernitas perkotaan khas gaya hidup masyarakat urban.

Tidak hanya unggul pada sektor pariwisata, Bali juga memiliki potensi investasi properti yang sangat menjanjikan.

Bagaimana tidak, bisnis penginapan tentu sangat potensial di Bali, pesatnya perkembangan wisatawan yang datang ke Bali dari tahun ke tahun membuat para pemain properti tidak segan menggelontorkan dana besar untuk dapat berinvestasi pada hotel-hotel, villa, cottage, dan juga rumah.

Dilansir melalui Bali Post, tren pembelian rumah di Bali cenderung meningkat pada tahun 2018. Indeks Harga Properti Residensial Primer (IHPR) pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 185,44, lebih tinggi dibanding triwulan lalu yang sebesar 185,23.

Indikasi peningkatan juga terjadi pada pasar properti residensial sekunder. Pertumbuhan harga rumah sekunder di wilayah Denpasar dan sekitarnya mengalami kenaikan dari rata-rata 0,28 persen pada triwulan sebelumnya, menjadi 0,74 persen pada triwulan II 2018.

Berdasarkan tipe rumah dijual di Bali, perkiraan peningkatan secara tahunan maupun triwulanan pada rumah tipe kecil sebesar 0,04 persen/tahun dan 3,94 persen/triwulan.

Sedangkan tipe menengah sebesar 0,01 persen/tahun dan 1,25 persen/triwulan, serta tipe besar 0,01 persen/tahun dan 0,69 persen/triwulannya.

Meski kenaikan singnifikan dari tipe menengah dan besar cenderung lambat, namun tren kenaikan harga untuk kedua tipe tersebut akan terus naik setiap tahunnya.

Contohnya di wilayah Denpasar, rumah dengan luas tanah 100 Meter dipasarkan mulai Rp 1 miliar hingga Rp 4 miliar, tergantung lokasi dan konsep bangunan yang diusung.

Cukup mahal memang, namun agaknya sepadan dengan nilai investasi yang akan didapatkan ketika Anda memiliki sebuah properti di Bali.

Sedikitnya ada tiga manfaat ketika Anda membeli sebuah rumah di Bali:

  1. Apabila lokasinya startegis, Anda bisa mengkomersilkan rumah tersebut menjadi sebuah homestay untuk wisatawan yang berkunjung ke Bali.
  2. Jika tidak mengkomersilkan rumah tersebut, Anda dapat memanfaatkan rumah tersebut sebagai tempat tinggal Anda ketika berkunjung ke Bali.
  3. Atau tentu saja, menjadikan rumah tersebut sebagai hunian pribadi Anda

Setelah Anda membaca penjabaran saya mengenai investasi rumah di Bali, apakah Anda tertarik untuk membeli salah satu rumah yang dijual di Bali?
Sebelum Anda buru-buru memutuskan hal tersebut, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu tiga aspek yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah di Bali.

  1. Beli saat harga stabil
    Harga properti di kawasan wisata seperti Bali memang cenderung lebih stabil disbanding wilayah lainnya.
    Artinya, pada momen tertentu harga bisa melonjak naik, namun pada saat lesu, harga rumah dijual di Bali tidak akan mengalami kejatuhan yang terlalu signifikan.
    Karena fluktuasi harga property di Bali yang tidak menentukan, cari tahu secara berkala tren property yang sedang berkembang di sana.
    Manfaatkan momen pada saat pasar tengah datar apabila Anda ingin membeli sebuah rumah di Bali, hal tersebut bertujuan untuk menghindari lonjakan harga yang terlalu tinggi.
  2. Hindari membeli pada saat peak season
    Fluktuasi harga rumah dijual di Bali tidak hanya sangat cepat, namun juga musiman.
    Maksudnya adalah, harga relatif lebih mahal apabila musim liburan berlangsung, dan akan kembali normal ketika musim libur berakhir.
    Logikanya, jika Anda membeli rumah pada saat musim liburan sedang berlangsung di Bali maka Anda akan bersaing dengan lebih banyak pembeli, sedangkan apabila sedang tidak dalam masa liburan maka jumlah wisatawan yang masuk juga akan lebih sedikit yang secara otomatis mengurangi pesaing Anda.
    Namun, akan berbeda apabila memang rumah yang akan beli berlokasi strategis dan merupakan lokasi favorit para pencari properti, maka harga beli dan jual di daerah tersebut akan meningkat.
  3. Beli ketika ada permintaan
    Hal ini sangat penting diperhatikan bagi Anda yang berencana membeli rumah di Bali untuk kepentingan komersil.
    Ketika permintaan akan rumah penginapan tinggi di suatu wilayah, namun ketersediaan penginapan di wilayah tersebut sangat sedikit, maka jangan ragu untuk beli rumah tersebut.
    Meskipun wilayah tersebut tidak terlalu popular atau jauh dari pusat kota, jika memang Anda nilai investasi menjanjikan di dalamnya maka Anda patut mempertimbangkan hal tersebut.
    Hal ini saya rasa lebih baik daripada berinvestasi pada daerah-daerah popular yang notabenenya sudah ditempati oleh para pemain besar, dan bersaing secara face to face dengan mereka.

Orang-orang memang cenderung melakukan investasi di tempat-tempat popular tujuan para turis di Bali, seperti bali bagian selatan.

Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa kawasan Selatan dan Barat Bali dinilai lebih prospektif dibandingkan wilayah Bali Tengah.

Ada dua hal yang menjadi dasar kenapa kedua lokasi tersebut perlu menjadi perhatian Anda dalam membeli rumah.

Pertama, kedua lokasi tersebut adalah lokasi yang dibuka seluas-luasnya oleh Pemerintah bagi pengembangan bisnis pariwisata di Bali.

Kedua, dengan dibuatnya kebijakan tersebut oleh pemerintah daerah, maka banyak bermunculan investor-investor yang masuk dan mengembangkan wilayah tersebut.

Terlebih wilayah Bali Barat yang secara geografis memang memiliki landscape yang sangat menarik, serta Bali Utara yang menjadi salah satu lokasi di Bali untuk pengembangan wisata air.

Berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung pun secara bertahap mulai dibangun untuk mengundang minat wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Oleh sebab itu, untuk melengkapi informasi Anda mengenai dua lokasi tersebut, saya akan memberikan beberapa pilihan rumah yang dapat Anda jadikan referensi dalam melakukan investasi.

Wilayah Bali Utara

rumah dijual di bali utara

(Photo: 99.co)

Daftar pertama untuk rumah dijual di Bali kali ini datang dari kawasan Lovina, Buleleng.

Memiliki luas tanah 100 Meter persegi dengan luas bangunan 45 Meter persegi, rumah bergaya villa ini dilengkapi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang tamu.

Fasilitas keamanan yang ditawarkan juga cukup lengkap seperti, one gate system serta CCTV dan security 24 jam. Hal ini dilakukan pengembang untuk memberikan rasa aman dan nyama kepada penghuni.

Dilihat dari ukurannya, rumah ini memang tidak cukup besar untuk dihuni oleh pasangan dengan anggota keluarga yang banyak. Namun menariknya, lokasi rumah ini diklaim hanya berjarak 100 Meter dari bibir pantai, lho!

Apakah Anda berminat? Jika, iya. Maka anda perlu merogoh kocek sebesar Ro 450 juta untuk memiliki rumah tersebut.

rumah dijual di buleleng bali

(Photo: 99.co)

Rumah dijual di Bali selanjutnya adalah sebuah rumah dengan gaya villa di daerah Sukada, Buleleng.

Tidak kalah menarik dari rumah sebelumnya, rumah yang satu ini diklaim memiliki view yang mengarah ke Danau Buyan, lho!

Jarak lokasi rumah dari danau tersebut juga diklaim hanya berkisar 200 Meter saja. Tidak heran bila rumah ini dipatok dengan harga yang cukup tinggi yaitu Rp 1 Milyar.

Dengan luas tanah 200 Meter persegi dan luas bangunan 115 Meter persegi, rumah dua lantai ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi, ruang tamu, dan dapur.

Namun jangan khawatir, dengan harga tersebut Anda tidak hanya bisa memiliki rumah tersebut saja tetapi beserta furniture lengkap di dalamnya. Menarik, bukan?

Wilayah Bali Barat

rumah dijual di jimbaran bali
(Photo: 99.co)

Satu rumah terakhir yang akan saya rekomendasikan adalah rumah di kawasan Bali Barat, tepatnya di Jimbaran, Jembrana, Bali.

Rumah dua lantai ini memiliki luas tanah 100 Meter persegi dan luas bangunan 86 Meter Persegi. Dilengkapi dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi, rumah ini cukup besar bagi Anda yang ingin memboyong keluarga tinggal di dalamnya.

Berbeda dengan nuansa Bali yang eksotis dengan khas udara yang cukup panas, rumah ini di diklaim memilki udara yang sejuk dan juga asri.

Disebutkan juga beberapa objek wisata yang dekat dengan lokasi tersebut seperti Pantai Jimbaran, Pantai Tegal Wangi, Pantai Padang-Padang, dan Pantai Pandawa.

Bagaimana, apakah Anda berminat? Jangan lupa menyiapkan dana sebesar Rp 900 juta untuk dapat memiliki rumah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *