Tulisanku Lucu, Makanya Tidak Jadi Menulis

“Tulisanku lucu, makanya tidak jadi…” demikian kata seorang teman kepada saya, dia bercerita tentang tulisannya sendiri yang dia anggap lucu, sehingga dia tidak jadi meneruskan tulisannya. Memang tak keliru, menilai tulisan diri sendiri memang terkadang ada rasa kurang puas, apalagi bila dibandingkan dengan tulisan orang lain. Namun bukan berarti hal tersebut dijadikan alasan untuk berhenti menulis, bukan?.

Seandainya saja rasa kurang puas terhadap tulisan diri sendiri semacam itu bisa dijadikan sebagai cermin, alangkah baiknya kalau tulisan yang dianggap lucu tesebut di ubah agar menjadi lebih baik lagi. Padahal, belum tentu anggapan orang lain akan sama dengan anggapan diri sendiri, mungkin saja penilaian orang lain akan berbeda, karena sudut pandang dan selera seseorang tentu saja berbeda-beda.

Kalau tulisan yang dibuat bukan tulisan mengenai humor, barangkali tak bisa disebut sebagai tulisan yang lucu. Saya menganggap perasaan aneh atau lucu terhadap tulisan diri sendiri lebih mengarah kepada rasa kurang percaya diri dan butuh keberanian untuk menerim kritik dan masukan dari orang lain.

Menulis memang butuh keberanian dan kesiapan mental, saya sendiri pun kadang demikian, tapi kalau tidak memulai, kapan lagi akan melakukannya?. Tak masalah kalau misalnya tulisan kita di kritik orang, akrena nyatanya setiap orang punya penilaian yang berbeda, saya sendiri juga demikian, tak soal tulisan baik atau buruk, yang penting proses belajar untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik terus berjalan, dan semua harus dimulai dengan sesuatu yang terkadang kita anggap “aneh”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *