Pembiayaan KPR Di Awal Pengajuan

Padatnya penduduk Indonesia mendorong meningkatnya permintaan terhadap tempat tinggal. Cara yang paling banyak diminati oleh warga untuk memiliki rumah adalah dengan KPR. Untuk memulainya, persiapkan sejumlah uang sekitar 11% dari harga jual yang ditawarkan. Adapun rincian 11% tersebut terdiri dari 5% untuk uang muka dan 6 % untuk biaya administrasi lainnya.

Pembiayaan KPR
Ilustrasi. Photoright: Nattanan Kanchanaprat / Pixabay.com

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah sebuah solusi yang banyak diambil untuk memiliki sebuah rumah. Hal ini dikarenakan cara KPR lebih ringan dalam pembiayaan bila dibanding dengan membeli secara cash. Pembiayaan yang dibutuhkan untuk KPR ini hanya untuk biaya uang muka, dan biaya administrasi saja. Selebihnya, para kreditur tinggal menyiapkan dana untuk cicilan setiap bulan. Jika KPR yang dipilih adalah berupa KPR bersubsidi, kreditur akan mendapatkan keringanan biaya uang muka dan cicilannya. Misalnya saja uang muka bisa dibayar secara bertahap dan cicilan berupa cicilan tetap yang tidak akan terpengaruh oleh kenaikan suku bunga bank hingga akhir masa cicilan. Karena alasan itulah KPR untuk saat ini menjadi salah satu cara yang meringankan untuk memiiki sebuah rumah hunian. Untuk memulai pengajuan KPR, seorang calon kreditur haruslah mengetahui data pembiayaan kpr terlebih dahulu.

Berikut adalah data pembiayaan kpr yang umum diberlakukan oleh beberapa pengembang.

  • Biaya uang muka
  • Biaya booking fee
  • Biaya pajak
  • Biaya balik nama
  • Biaya asuransi
  • Biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanan dan Bangunan)
  • Biaya notaris
  • Biaya proposi

Demikianlah beberapa rincian data pembiayaan kpr yang harus dibayar oleh para kreditur. Adapun penentuan biaya uang muka sudah ada ketentuannya yaitu tidak boleh melebihi dari 5% dari harga jual rumah yang akan dibeli. Begitupun biaya lain-lain selain biaya uang muka tidak boleh lebih dari 6%. Jadi, jika seseorang akan membeli sebuah rumah yang memiliki harga 300.000 juta rupiah maka uang yang harus dipersiapkan oleh kreditur tersebut adalah sekitar 11% dari 300 juta yakni 33 juta rupiah. Nah, itulah contoh besarnya biaya yang harus dipersiapkan untuk mengawali proses KPR. Jadi, salah besar jika Anda hanya mempersiapkan uang muka saja. Karena biaya lain-lain selain biaya uang muka jauh lebih besar yakni sekitar 6%. Oleh karena itu, wajar saja jika banyak para peminat KPR yang mengurungkan niatnya walaupun sudah memiliki biaya uang muka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *