Blog Gratis Yang Mudah Digunakan, Inilah Pilihannya

Blog Gratis Yang Mudah Digunakan – Sudah sekian tahun saya belajar ngeblog, dan dari sekian tahun tersebut saya sudah pernah mencoba berbagai macam platform blog, mulai yang gratis hingga yang berbayar. Pada prinsipnya, blog gratis dan berbayar mempunyai fungsi yang sama. Namun, dari sekian platform blog yang pernah saya coba, tentu saja mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Blog Gratis Yang Mudah DigunakanDari sekian banyak platform blog gratis yang ada, beberapa platform yang pernah saya coba adalah:

  • Blogger.com (blogspot)
  • WordPress.com
  • Blogdetik.com
  • Dagdigdug.com
  • Tumblr.com
  • Posterous.com
  • Blog.com

Dari apa yang saya sebutkan diatas, beberapa diantaranya sudah tidak aktif lagi, sebut saja dagdigdug dan posterous. Berdasarkan pengalaman, dari sekian blog gratisan yang pernah saya gunakan, saya merasa kalau blogger.com atau blogspot adalah platform yang paling mudah penggunaannya. Kenapa demikian?, selain menu yang saya rasa mudah, kita tidak perlu takut untuk menambah script kedalam posting atau widget blog, karena dulu (dan mungkin sampai sekarang) ada blog gratisan (wordpress.com) yang tidak memperbolehkan memasang script (terutama script iklan).

Memang dari sisi tertentu (misal: desain/tampilan blog) blogspot kalah dibanding dengan platform blog yang lain, yang rata-rata menggunakan mesin wordpress. Tapi saat ini blogspot juga sudah menyediakan fasilitas template editor, jadi kita bisa mendesain blog sesuai keinginan kita. Dan sepertinya saat ini blogspot terus mengembangkan diri.

Namun semua kembali pada pilihan masing-masing orang, apa yang menurut saya mudah belum tentu menurut orang lain demikian. Hanya saja, bila tujuan ngeblog ingin mencoba menjadikan blog sebagai tempat mencari tambahan penghasilan (me-monetize blog), mungkin blogspot adalah yang terbaik, disamping blog berbayar tentunya.

Bila Anda penasaran, mungkin bisa mencoba semua dulu, baru menentukan mana yang menurut Anda mudah dan pas untuk Anda. Apalagi untuk membuat akun kan gratis he.he.. Selamat mencoba.

Syarat Mudah Menjadi Blogger (Ngeblog Itu Mudah)

Ngeblog memang menjadi aktivitas yang menyenngkan menurut saya. Selain bisa untuk menumpahkan ide atau uneg-uneg, ngeblog juga bsa menjadi sarana untuk mencari banyak teman, memperluas wawasan, menambah pengetahuan, bahkan untuk sebagian orang ngeblog bisa digunakan untuk mencari penghasilan. Banyak orang yang menjadi seorang full time blogger.

Syarat Mudah Menjadi BloggerMenurut saya, menjadi blogger tidak membutuhkan syarat yang sulit, tapi sangat mudah, asalkan punya tiga syarat yang pokok. Apakah itu? Inilah syarat mudah menjadi blogger yang saya uraikan seperti berikut:

  • Niat. Untuk menjadi seorang blogger di butuhkan sebuah niat, karena kalau tidak ada niat, mustahil bisa tercapai keinginan untuk menjadi seorang blogger.
  • Koneksi Internet. Syarat yang kedua ini termasuk mutlak, karena memang untuk bisa mengelola blog di butuhkan koneksi internet.
  • Action!. Syarat wajib. Bila ada niat dan ada koneksi internet, yang harus dilakukan kemudian adalah memulainya.

Nah, tiga syarat diatas saya kira gampang-gampang susah. Tak sedikit orang yang berhenti dari aktivitas blog karena niat yang kurang, sehingga blog yang sudah dikelola akan terbengkalai. Koneksi internet pun juga gampang-gampang susah, meski saat ini banyak warnet dan juga area hotspot gratis, namun keberadaan koneksi terkadang menjadi alasan seseorang untuk berhenti ngeblog. Misalnya kedua syarat tersebut sudah terpenuhi, yang harus dilakukan berikutnya adalah action!. Kalau sudah niat dan ada koneksi internet namun tidak ada action, percuma saja, kan?.

Jadi, bila Anda ingin menjadi blogger, tiga syarat diatas minimal harus bisa terpenuhi. Untuk blog sendiri saat ini sudah tersedia banyak penyedia layanan blog gratis, seperti blogger.com (blogspot), wordpress.com, blogdetik.com, dan masih banyak lainnya. Bahkan, bila memungkinkan bisa menyewa domain dan hosting sendiri. Demikian pendapat saya mengenai syarat menjadi blogger, apa yang saya sampaikan berdasar pemahaman dan pengalaman saya saja, mungkin saja pendapat saya berbeda dengan pendapat orang lain. Semoga bermanfaat.

Tulisanku Lucu, Makanya Tidak Jadi Menulis

“Tulisanku lucu, makanya tidak jadi…” demikian kata seorang teman kepada saya, dia bercerita tentang tulisannya sendiri yang dia anggap lucu, sehingga dia tidak jadi meneruskan tulisannya. Memang tak keliru, menilai tulisan diri sendiri memang terkadang ada rasa kurang puas, apalagi bila dibandingkan dengan tulisan orang lain. Namun bukan berarti hal tersebut dijadikan alasan untuk berhenti menulis, bukan?.

Seandainya saja rasa kurang puas terhadap tulisan diri sendiri semacam itu bisa dijadikan sebagai cermin, alangkah baiknya kalau tulisan yang dianggap lucu tesebut di ubah agar menjadi lebih baik lagi. Padahal, belum tentu anggapan orang lain akan sama dengan anggapan diri sendiri, mungkin saja penilaian orang lain akan berbeda, karena sudut pandang dan selera seseorang tentu saja berbeda-beda.

Kalau tulisan yang dibuat bukan tulisan mengenai humor, barangkali tak bisa disebut sebagai tulisan yang lucu. Saya menganggap perasaan aneh atau lucu terhadap tulisan diri sendiri lebih mengarah kepada rasa kurang percaya diri dan butuh keberanian untuk menerim kritik dan masukan dari orang lain.

Menulis memang butuh keberanian dan kesiapan mental, saya sendiri pun kadang demikian, tapi kalau tidak memulai, kapan lagi akan melakukannya?. Tak masalah kalau misalnya tulisan kita di kritik orang, akrena nyatanya setiap orang punya penilaian yang berbeda, saya sendiri juga demikian, tak soal tulisan baik atau buruk, yang penting proses belajar untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik terus berjalan, dan semua harus dimulai dengan sesuatu yang terkadang kita anggap “aneh”.

Kenapa Malas Menulis Ya?

Kenapa malas menulis?, ya, saya sering mengalami hal ini. Padahal, ada banyak hal yang ingin dicurahkan, namun tetap saja muncul perasaan malas untuk mencurahkannya. Mungkin ada banyak alasan, selain dari dalam diri sendiri, bisa juga karena faktor dari luar, misalnya saja sudah lelah, banyak pekerjaan, ada kegiatan lain, dan lain sebagainya.

Sebenarnya tidak ada yang keliru, karena memang saat dilanda rasa malas, apa saja enggan dilakukan, salah satunya adalah rasa enggan untuk menuangkan ide kedalam bentuk tulisan. Walaupun banyak ide, namun saat dilanda rasa malas tentu saja ide-ide yang berseliweran akan dirasa sia-sia.

Kenapa malas menulis

Kalau membaca dari hasil tulisan orang lain barangkali terlihat mudah dan ingin menulis juga, namun saat hendak menuangkan ide dalam tulisan, biasanya berhenti ditengah jalan, ide seolah enggan berkembang. Saat-saat malas menulis seperti inilah dibutuhkan sebuah motivasi yang berlebih, atau bisa juga dengan “memaksakan diri” untuk membuat draft tulisan sebanyak-banyaknya.

Saya juga sering melakukan demikian, biasanya saat muncul banyak ide, akan tetapi sedang dilanda kemalasan, saya sering membuat poin-poin dalam sebuah draft tulisan, bila suatu saat sedang bersemangat, saya mengembangkan ide yang sudah tertuang dalam draft tulisan tersebut menjadi sebuah posting atau tulisan. Jadi, malas itu manusiawi, tapi kalau malas tapi masih kreatif dan produktif dalam menuangkan ide, itu saya rasa lebih baik.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net

Hambatan Penyebab Kurang Produktif Dalam Menulis

Kurang Produktif Dalam Menulis? – Saya bukanlah orang yang stabil dalam update posting blog, semangat saya naik turun, kadang bisa dapat banyak ide, namun terkadang tak banyak ide yang bisa saya oleh menjadi tulisan. Tak soal, bagi saya itulah seni dalam mengelola sebuah blog.

Barangkali apa yang saya utarakan tak sepenuhnya benar, namun bagi orang yang tak begitu terobsesi dengan banyak posting, menikmati dinamika naik turunnya semangat update posting barangkali lebih menyenangkan ketimbang terpaku pada target dan beban dalam banyak sedikit jumlah posting.

Kurang Produktif Dalam Menulis

Lalu, apakah menjadi sebuah masalah bila seseorang kurang produktif dalam menulis?, saya kira tidak. Jumlah tulisan bukanlah sebuah tolok ukur bagi sebuah blog, tak harus seseorang mentargetkan jumlah posting dalam waktu tertentu. Meski sebenarnya akan lebih baik kalau bisa rajin update tulisan blog, namun tak perlu minder jika memang tak banyak atau bahkan tak ada posting yang bisa dibuat dalam jangka waktu tertentu.

Ngeblog itu soal hati, bila niatnya hanya ingin menuangkan ide dan membebaskan gagasan, sesempat dan semampunya saja dirasa akan lebih nyaman. Jangan jadikan produktivitas sebagai barometer, namun jadikan semangat untuk tetap eksis sebagai landasan untuk terus mencintai blog. Menulis itu penting, makanya ayo menulis, meski kurang produktif sekalipun, yang penting jangan lepas semangat.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net

Memilih Tema Tulisan Untuk Blog Yang Sesuai Dengan Minat Atau Bakat

Memilih Tema Tulisan Untuk Blog

Memilih Tema Tulisan Untuk Blog – Pada awal ngeblog dulu saya merasa bingung untuk memilih tema tulisan dalam blog, karena dulu saya membaca banyak referensi tulisan yang berbeda-beda pendapat. Akhirnya, saya merasa bingung sendiri meski akhirnya memilih ngeblog dengan tema bebas sesuai dengan keinginan hati saya.

Pada awal memulai memang masih bingung, sedangkan saat membaca tulisan di blog orang lain rasa-rasanya bagus-bagus dan ingin yang seperti itu. Padahal, kita sendiri belum tentu menguasai tema tulisan seperti orang lain. Nah, jadinya malah bingung dan tidak jadi menulis karena terlalu banyak berfikir mencari tema tulisan yang tepat.

Kalau sudah begitu, bisa jadi malah menurunkan semangat, oleh karenanya lupakan saja dulu angan-angan untuk dapat memiliki tulisan bagus seperti orang lain. Mulai!. Ya, memulai dengan tulisan yang kita bisa tentu akan lebih baik ketimbang terus-terusan berfikir. Belum tentu apa yang kita kuasai tak sebaik tulisan orang lain, bisa jadi malah bagusan tulisan kita.

Menulis itu butuh proses, tak perlu kuatir dengan baik-buruk tulisan kita. Masing-masing orang tentu punya keahlian atau kesukaan pada hal-hal terntu, dan hal ini bisa menjadi sumber tulisan yang sangat bagus untuk di eksplorasi. Misalkan saja kita suka menulis puisi, bisa juga ide-ide atau tulisan-tulisan kita dituangkan kedalam posting blog. Misalkan hobi sepak bola, bisa jadi segala sesuatu yang kita ketahui dan kita alami tentang sepak bola dituangkan kedalam tulisan.

Blog tak harus fokus tema tulisan tertentu, meskipun ada juga blog yang fokus pada satu tema tulisan saja. Intinya, menulis tentang apa yang kita ketahui dan kuasai akan lebih mempermudah kita dalam mengesplorasi ide dan menuliskannya kedalam postingan blog. Atau, menulis apa saja yang ingin kita tuangkan juga akan membuat kita lebih mudah dalam memulai proses belajar dan mengasah kemampuan menulis. Jadi, mulai dengan apa yang ingin kita tulisakan, apa saja.

Pilih Blog Gratis Atau Berbayar? Inilah Alasan Pilihan Saya

Ngeblog barangkali sudah menjadi sebuah hobi bagi sebagian orang, banyak blog-blog baru yang bermunculan, entah itu karena keinginan, atau bahkan hanya karena ikut-ikutan. Namun terkadang bagi mereka yang sedang ingin memulai membuat blog, kebingungan dalam memilih platform blog atau penyedia layanan blog yang ada di internet menjadi sebuah permasalahan tersendiri. Bukan apa-apa, banyaknya referensi dan banyaknya platform blog yang ada terkadang membuat bingung mereka yang masih awam.

Pilih Blog Gratis Atau BerbayarAda banyak platform blog yang ada, mulai yang gratis sampai yang berbayar. Untuk yang sedang ingin memulai membuat blog, ada baiknya kalau membuat blog pada layanan blog yang gratis daripada yang berbayar. Ini pendapat saya pribadi, karena memang dalam ngeblog ada banyak “cobaan”, terutama soal konsistensi.

Keuntungan menggunakan blog gratisan bagi yang ingin memulai ngeblog, selain gratis, tentu saja bila nantinya tidak diteruskan atau istilahnya tidak semangat atau tidak tertarik lagi untuk ngeblog, tentu saja tidak akan rugi, paling hanya modal koneksi internet saja. Sedangkan blog berbayar tentu saja harus keluar modal dulu, minimal untuk koneksi, domain dan hosting.

Keuntungan lainnya dari blog gratisan adalah banyak sekali pilhan layanan, ada blogspot (blogger.com), wordpress.com, blogdetik, dll. Seandainya nanti ingin merubah menjadi domain sendiri, biasanya masing-masing platform tersebut menyediakan layanan domain juga, atau ada juga yang bisa menggunakan domain dari pihak ke-3.

Jadi, semua sesuai selera, ingin berbayar tidak masalah selama ada anggaran keuangan dan siap dengan konsekuensi misalkan saja timbul kejenuhan nantinya. Dan perlu diingat, kalau berbayar biasanya ada batas waktu sewa hosting dan domain. Kalau gratisan, misalkan jenuh atau timbul kebosanan ngeblog, suatu saat ingin ngeblog kembali masih bisa, karena blog gratisan biasanya tidak dihapus meski sudah tidak aktif lagi.