Hadiah Istimewa Untuk Orang Tercinta di Hari Valantine

Januari sudah berlalu, saatnya kini masuk dalam bulan penuh cinta. Demikian kurang lebih orang menggambarkan keberadaan bulan Februari. Kenapa bulan Februari dikatakan bulan penuh cinta?, karena di bulan ini terdapat sebuah tanggal dimana tak sedikit orang merayakan sebagai Hari Kasih Sayang, atau dalam bahasa lain juga familiar disebut sebagai Valentine Day.

Tanggal 14 Februari merupakan hari kasih sayang, demikian diyakini banyak orang, pada hari ini banyak yang merayakannya dengan bermacam cara, dan juga dengan siapa saja, tak melulu dengan kekasih atau pasangan hidupnya. Memang hari Valentine sering dirayakan oleh muda-mudi, namun bukan berarti hanya untuk pacar atau pasangan suami istri saja. Lebih universal, semua orang bisa.

Hadiah Hari ValantineBagi yang ingin memberi sesuatu yang istimewa pada pasangan, tentu akan merasa bingung, umumnya sih cokelat, bunga mawar, atau apapun yang berbau romantis, tapi tidak melulu harus seperti itu, bukan?. Tak usah kuatir, untuk mencari kado spesial buat orang-orang yang di cintai bisa mencari di toko, karena ini era digital, manfaatkan saja toko online untuk mendapatkan hadiah, tak perlu repot pergi kemana-mana. Continue reading →

9 Sumber Ide Untuk Membuat Tulisan

9 Sumber Ide Untuk Membuat Tulisan – Menulis adalah aktifitas yang menuntut adanya ide yang akan dituangkan dalam kata demi kata yang kemudian terangkai menjadi sebuah tulisan. Memang, menulis itu tak melulu sulit, namun tulisan yang “berbobot” dan layak baca terkadang butuh sumber ide yang jelas kata-kata yang mudah dicerna oleh pembacanya.

Tak sedikit orang yang mandek atau kesulitan dalam membuat tulisan, alasannya biasanya dikarenakan kehabisan ide, alasan yang umum dan terkadang sulit untuk dibantah. Kenapa demikian?, karena memang ketiadaan ide membuat orang seolah tak bisa mengeja kata demi kata.

sumber ide untuk membuat tulisan

Namun, bukan berarti ide tak bisa digali. Berdasarkan pengalaman, ada beberapa hal atau aktifitas yang bisa dijadikan sumber ide. Setidaknya ada 9 tempat mencari ide yang kesemuanya biasa kita lakukan dan ternyata dapat dijadikan sebagai bahan untuk menggali sumber ide dalam membuat sebuah tulisan. Berikut ini 9 Sumber Ide Untuk Membuat Tulisan, yaitu :

1. Internet

Kegiatan online bisa dijadikan aktifitas positif dengan memanfaatkan untuk mencari ide membuat tulisan. Browsing atau membaca tulisan di posrtal berita atau membaca tulisan di blog orang bisa kita sarikan sebagai ide bahan tulisan.

Portal berita misalnya, disana bisa kita ambil ide tulisan, seperti contoh dalam tulisan berikut: Dana Aspirasi Rp 20 Miliar Untuk Masing-Masing Anggota DPR

2. Jalan-jalan

Melihat pemandangan atau rutinitas orang disekitar membuat ide datang mengalir, kita harus jeli dalam menangkap ide tersebut. Apalagi kalau fokus tulisan yang ingin kita buat mengenai tempat wisata atau lokasi-lokasi yang indah, tentu saja sangat tepat bila melakukan jalan-jalan sambil mengumpulkan bahan tulisan.

Tak harus soal cerita dalam tulisan, foto-foto juga bisa kita jadikan bahan untuk membuat tulisan, seperti contoh tulisan ini: Sanggaluri Park Purbalingga.

3. Membaca

Selain membaca di media online, membaca buku, Koran, majalah, atau media cetak lain bisa membuat ide bermunculan.

Contoh tulisan yang idenya datang dari membaca sebuah buku: Sang Inu Jatuh Cinta

4. Mendengar musik

Apakah mengar musik itu bisa menjadikan ide datang?, ya, sangat bisa. Dengarkan dan resapi lirik-lirik lagu yang didengar, bisanya sebuah lagu bercerita tentang suatu hal.

Salah satu contoh tulisan yang sumber idenya dari mendengar musik dan mencerna lirik lagunya adalah dalam tulisan di blog sukadi.net yang judulnya Ga Jaman Punya Pacar Satu.

5. Menonton televisi

Hampir setiap hari televisi menemani keseharian kita, banyak acara yang tayang, ambil tontonan positif untuk nanti disarikan dalam sebuah ide tulisan. Jangan kuatir, banyak yang bisa kita gali dari acara di televisi.

Contoh tulisan yang idenya dari tayangan di televise bisa Anda baca di : Kisah Anak Durhaka.

6. Obrolan sehari-hari

Saat kita ngobrol, ada banyak hal yang jadi topik pembicaaraan, dari bahasan inilah kita bisa mengambil sebuah ide untuk dijadikan sebuah tulisan.

Seperti saat mendengar cerita seorang teman yang sedang mengalami permasalahan pribadi, biasanya meeka mencari teman curhat, bisa saja kita buat sebuah tulisan tanpa bermaksud mengumbarnya, misalnya dalam tulisan Perempuan Itu Ingin Bercerai.

7. Catatan harian

Rutinitas sehari-hari terkadang tak terlewatkan dalam buku catatan, baik itu yang bersifat personal maupun sangkut paut dengan pekerjaan. Ambil beberapa poin, lalu tuangkan dalam sebuah tulisan.

Bisa saja kita menuliskan sebuah puisi, atau yang sejenisnya, seperti dalam tulisan Tuhan, Bila Aku Jatuh Cinta Nanti.

8. Menonton film

Cerita dalam sebuah film bisa kita jadkan bahan tulisan, bisa juga kita buat review mengenai film yang kita tonton.

Contoh tulisan di blog ini yang sumber idenya dari menonton sebuah film adalah posting berjudul Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. Dimana ide langsung mengalir saat saya menonton dan usai menyaksikan tayangan film tersebut.

9. Pengalaman sehari-hari

Pengalaman dalam keseharian kita bisa dijadikan sumber inspirasi yang tak terbatas, memang tak semua bisa kita olah menjadi sebuah tulisan, tapi bisa kita fokuskan pada hal-hal yang sekiranya menarik dan mudah kita sampaikan.

Contohnya saat mempunyai pengalaman dengan siaran radio, kita bisa membuat sebuah tuisan mengenai pengalaman kita tersebut. Seperti dalam tulisan ini: Ketika Radio Jadi Tempat Curhat

Selain sembilan hal diatas, sebenarnya masih banyak lagi kegiatan yang bisa kita ambil sebagai bahan tulisan. Menimbulkan sebuah ide terkadang memng tak gampang, namun dengan mencoba hal-hal diatas kiranya cukup untuk menjadikan tulisan lancer mengalir.

Tulisan tak melulu harus panjang lebar, bisa menyesuaikan dengan kemampuan kita dalam mengolah kata. Kecuali bila ada permintaan khusus, misalnya saja saat diminta untuk membuat post review di blog, atau saat mengikuti lomba menulis. Nah, setelah mengetahui poin-poin sumber ide diatas, kiranya tak ada alasan lagi untuk berhenti menulis karena tidak ada ide, bukan?.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net

Ide Tulisan Dari Larangan Parkir

Ide Tulisan Dari Larangan Parkir – Melihat atau membaca larangan parkir tentu memberikan gambaran mengenai tujuan dipasang atau dituliskannya larangan tersebut. Ada banyak asumsi, salah satunya adalah pemahaman mengenai lokasi yang tidak diperbolehkan untuk tempat parkir. Karena bisa saja tempat tersebut sering digunakan untuk tempat parkir.

Ide Tulisan Dari Larangan Parkir

Memang saat ini banyak sekali orang yang parkir sembarangan, selain mengganggu, kadang kala bisa membuat kondisi tempat tersebut menjadi semrawut. Namun anehnya, kadang ditemukan orang yang nekat parkir dilokasi yang sudah diberi peringatan untuk tidak parkir ditempat tersebut.

Adanya tulisan atau peringatan larangan parkir memang diharapkan dapat dipatuhi, namun orang terkadang acuh dan tak mengindahkan peringatan yang sudah ada. Kebiasaan semacam ini memang kurang bagus, apalagi kalau sampai menjadi kebiasaan banyak orang.

Baca juga: Hambatan Penyebab Kurang Produktif Dalam Menulis

Banyak ditemui saat ini peringatan atau pemberitahuan yang terpasang diberbagai tempat, selain parkir, ada juga peringatan mengenai larangan membuang sampah pada satu lokasi, larangan menggunakan ponsel atau kamera, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Memang tujuan pemasangan peringatan semacam ini ditujukan untuk kebaikan bersama, oleh karenanya sebisa mungkin bisa ditaati.

Ide Tulisan Dari Seorang Wanita Cantik

Melihat wanita yang cantik tentu akan membuat laki-laki terkesima, mungkin saja tidak semua laki-laki, tapi yang saya maksudkan disini adalah laki-laki dalam makna bahasa, semoga bisa disikapi dengan bijak pemaknaannya. Ada banyak kata yang bisa dirangkai untuk menguraikan apa yang dirasakan, dan banyak istilah yang dapat digabung untuk mendeskripsikan.

Nah, dari sosok wanita cantik ini bisa muncul sebuah gambaran, dan hal ini bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat sebuah tulisan. Misalnya saja demikian:

Sore yang cerah ini saat sedang jalan-jalan disebuah taman, saya melihat seorang gadis cantik sedang berjalan sendirian. Rambutnya hitam terurai, terlihat indah saat dia kenakan bando untuk merapikan dan menata rambut yang lurus itu. Matanya terlihat indah dengan kaca mata bening berbingkai warna merah jambu.

Sebuah ponsel dipegang, dengan jemari yang terlihat lentik memainkan alat komunikasi tersebut. Sesekali dia tersenyum, sepertinya dia sedang berkirim pesan dengan seseorang. Tubuhnya yang mungil terbalut kaos warna merah dan jeans warna hitam. Rasanya ingin saya berkenalan dengannya, tapi masih malu, bingung mau memulai dari mana.

…..dst….

Pada tulisan sebelumnya sudah saya singgung opini mengenai kesulitan menulis sebuah posting blog, tapi bukan berarti kesulitan tersebut tidak bisa teratasi, bukan? Apa yang saya tuliskan diatas hanyalah sebuah contoh, barangkali ada padanan kata atau rangkaian kata lainnya yang lebih bagus atau lebih indah dari itu. Maksud saya, ide bisa dikembangkan dari seorang wanita cantik, bila ingin menuliskan sebuah posting di blog tentu saja pengembangan kalimat dan suasana hati bisa dijadikan sebuah senjata untuk membuat sebuah tulisan. Bagaimana?.

Cara Mengirimkan Naskah Ke Penerbit Stiletto Book

Cara Mengirimkan Naskah Ke Penerbit Stiletto Book – Menulis adalah bagian dari hobi seseorang, karena dengan menulis orang bisa menumpahkan ide dan gagasan kedalam wujud kata-kata. Banyak yang sekedar suka, namun tak sedikit orang yang serius menekuni karir sebagai seorang penulis. Semua orang punya hak yang sama, namun terkadang kesempatan yang berbeda-beda, tak terkecuali dalam bidang tulis menulis.

Cara Mengirimkan Naskah Ke Penerbit Stiletto BookBagi Anda yang ingin mencoba peruntungan dalam dunia tulis menulis, banyak kesempatan terbuka lebar, salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan adalah dengan menjadi seorang penulis buku. Meski tak mudah, namun tak ada salahnya untuk dicoba. Continue reading →

#TipMenulis: Self Editing Yang Bisa Diterapkan Saat Menulis

Menulis terkadang memberikan rasa puas hingga membuat kita merasa bahwa tulisan kita adalah yang paling bagus, hal ini wajar, perasaan semacam ini perlu dijaga agar semangat menulis selalu ada dan tulisan yang kita buat bisa terselesaikan. Menulis apa saja yang terlintas dalam benak kita akan lebih baik ketimbang mengalami hambatan dalam menulis.

Bila naskah sudah terselesaikan, tugas kita selanjutnya adalah melakukan self editing atau mengedit tulisan kita sendiri. Berikut ini  tip menulis dari Stiletto Book tentang Self Editing yang saya sarikan dari tweet Stiletto dalam hastag #SelfEditing, namun sebelum memulai poin-poin berikut, sebaiknya biarkan dulu naskah kita sekitar tujuh hari, lalu baca kembali.

Sedangkan poin-poin yang perlu diperhatikan saat melakukan self editing adalah:

  1. Mengecek susunan naskah. Cek apakah susunan naskah kita sudah lengkap, terdiri dari pembuka, isi, penutup, dll?.
  2. Gaya bahasa. Gaya bahasa bisa menunjukkan ciri khas seorang penulis. Gaya bahasa juga harus disesuaikan dengan tema naskah dan siapa yang akan membacanya.
  3. Mengembangkan ide. Periksa kembali apakah masih ada bagian yang harus diberi penjelasan atau contoh?.
  4. Menyederhanakan kalimat. Kalimat yang terlalu panjang dapat membingungkan pembaca.
  5. Menyederhanakan paragraf. Jika ada dua kalimat pokok dalam satu paragraf, maka sebaiknya pecahlah menjadi paragraf lainnya.
  6. Pilihlah diksi dan istilah yang sesuai agar tulisan kita dapat memberikan efek tertentu yang kita harapkan.
  7. Cek konten, apakah ada kalimat yang mengandung fitnah, kebencian, dan SARA. Lebih baik kita menulis naskah yang memberikan atmosfer positif.
  8. Mengecek penulisan kata. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengecek tata tulis. Cek tanda baca. Apakah penggunaan tanda baca sudah benar?. Cek salah ketik. Semakin sedikit kesalahan ketik pada naskah kita, menunjukkan kalau kita profesional. Cek konsistensi penggunaan istilah yang sering muncul di dalam naskah, misalnya pemilihan sebutan “saya” atau “aku”. Cek huruf kapital. Periksa apakah penggunaan huruf kapital sudah tepat. Periksa kembali susunan bab, daftar isi, kata pengantar, pembukaan, isi, dan penutup.
  9. Judul. Pikirkan judul belakangan setelah naskah diedit rapi dan enak dibaca.
  10. Setelah semua proses self editing di atas selesai, kita buat sinopsis yang menarik, yuk!.

Dengan mengikuti langkah pada poin-poin diatas tentu akan membuat tulisan kita menjadi lebih rapi, tentu saja akan semakin membuat peluang naskah kita untuk dilirik editor penerbit tentu akan lebih besar. Semoga bermanfaat.

Faktor Yang Membuat Orang Tidak Produktif Menulis

Faktor Yang Membuat Orang Tidak Produktif Menulis – Menulis itu ternyata gampang-gampang susah, ada banyak faktor yang dapat menghambat produktifitas seseorang untuk menulis. Berdasarkan pengalaman saya, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktifitas menulis diantaranya:

Malas. Ini menjadi faktor penghambat yang umum dijadikan alasan seseorang ketika dia tidak menghasilkan tulisan. Kalau tidak bisa mengatasi rasa malas, jangan harap akan muncul tulisan-tulisan baru, soalnya ide dan gagasan akan “terkubur” rasa malas.

Tidak ada ide. Ide memang menjadi alasan seseorang, banyak yang berkata kalau lagi tidak ada ide sehingga tidak menghasilkan tulisan. Sebenarnya, ide bisa muncul kapan saja dan dimana saja, namun orang terkadang tidak mau berusaha untuk menggali lebih dalam ide.

Faktor Yang Membuat Orang Tidak Produktif Menulis

Tidak ada waktu. Setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama, 24 jam sehari, tapi aktifitas yang berbeda-beda dari setiap orang membuat waktu yang ada menjadi berbeda-beda porsinya. Kalau tidak bisa mensiasati waktu, jangan harap akan dapat menghasilkan tulisan baru.

Itu Faktor Yang Membuat Orang Tidak Produktif Menulis atau yang sering digunakan sebagai alasan seseorang yang tidak produktf atau tidak menghasilkan tulisan. Dari faktor-faktor diatas, satu sama lain saling berkaitan, jadi tidak bisa ambil sepenggal-sepenggal, satu kesatuan utuh bila ingin produktif menulis dan menghasilkan tulisan-tulisan baru.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net