Hambatan Penyebab Kurang Produktif Dalam Menulis

Kurang Produktif Dalam Menulis? – Saya bukanlah orang yang stabil dalam update posting blog, semangat saya naik turun, kadang bisa dapat banyak ide, namun terkadang tak banyak ide yang bisa saya oleh menjadi tulisan. Tak soal, bagi saya itulah seni dalam mengelola sebuah blog.

Barangkali apa yang saya utarakan tak sepenuhnya benar, namun bagi orang yang tak begitu terobsesi dengan banyak posting, menikmati dinamika naik turunnya semangat update posting barangkali lebih menyenangkan ketimbang terpaku pada target dan beban dalam banyak sedikit jumlah posting.

Kurang Produktif Dalam Menulis

Lalu, apakah menjadi sebuah masalah bila seseorang kurang produktif dalam menulis?, saya kira tidak. Jumlah tulisan bukanlah sebuah tolok ukur bagi sebuah blog, tak harus seseorang mentargetkan jumlah posting dalam waktu tertentu. Meski sebenarnya akan lebih baik kalau bisa rajin update tulisan blog, namun tak perlu minder jika memang tak banyak atau bahkan tak ada posting yang bisa dibuat dalam jangka waktu tertentu.

Ngeblog itu soal hati, bila niatnya hanya ingin menuangkan ide dan membebaskan gagasan, sesempat dan semampunya saja dirasa akan lebih nyaman. Jangan jadikan produktivitas sebagai barometer, namun jadikan semangat untuk tetap eksis sebagai landasan untuk terus mencintai blog. Menulis itu penting, makanya ayo menulis, meski kurang produktif sekalipun, yang penting jangan lepas semangat.

Sumber gambar: www.freedigitalphotos.net

Memilih Tema Tulisan Untuk Blog Yang Sesuai Dengan Minat Atau Bakat

Memilih Tema Tulisan Untuk Blog

Memilih Tema Tulisan Untuk Blog – Pada awal ngeblog dulu saya merasa bingung untuk memilih tema tulisan dalam blog, karena dulu saya membaca banyak referensi tulisan yang berbeda-beda pendapat. Akhirnya, saya merasa bingung sendiri meski akhirnya memilih ngeblog dengan tema bebas sesuai dengan keinginan hati saya.

Pada awal memulai memang masih bingung, sedangkan saat membaca tulisan di blog orang lain rasa-rasanya bagus-bagus dan ingin yang seperti itu. Padahal, kita sendiri belum tentu menguasai tema tulisan seperti orang lain. Nah, jadinya malah bingung dan tidak jadi menulis karena terlalu banyak berfikir mencari tema tulisan yang tepat.

Kalau sudah begitu, bisa jadi malah menurunkan semangat, oleh karenanya lupakan saja dulu angan-angan untuk dapat memiliki tulisan bagus seperti orang lain. Mulai!. Ya, memulai dengan tulisan yang kita bisa tentu akan lebih baik ketimbang terus-terusan berfikir. Belum tentu apa yang kita kuasai tak sebaik tulisan orang lain, bisa jadi malah bagusan tulisan kita.

Menulis itu butuh proses, tak perlu kuatir dengan baik-buruk tulisan kita. Masing-masing orang tentu punya keahlian atau kesukaan pada hal-hal terntu, dan hal ini bisa menjadi sumber tulisan yang sangat bagus untuk di eksplorasi. Misalkan saja kita suka menulis puisi, bisa juga ide-ide atau tulisan-tulisan kita dituangkan kedalam posting blog. Misalkan hobi sepak bola, bisa jadi segala sesuatu yang kita ketahui dan kita alami tentang sepak bola dituangkan kedalam tulisan.

Blog tak harus fokus tema tulisan tertentu, meskipun ada juga blog yang fokus pada satu tema tulisan saja. Intinya, menulis tentang apa yang kita ketahui dan kuasai akan lebih mempermudah kita dalam mengesplorasi ide dan menuliskannya kedalam postingan blog. Atau, menulis apa saja yang ingin kita tuangkan juga akan membuat kita lebih mudah dalam memulai proses belajar dan mengasah kemampuan menulis. Jadi, mulai dengan apa yang ingin kita tulisakan, apa saja.

Pilih Blog Gratis Atau Berbayar? Inilah Alasan Pilihan Saya

Ngeblog barangkali sudah menjadi sebuah hobi bagi sebagian orang, banyak blog-blog baru yang bermunculan, entah itu karena keinginan, atau bahkan hanya karena ikut-ikutan. Namun terkadang bagi mereka yang sedang ingin memulai membuat blog, kebingungan dalam memilih platform blog atau penyedia layanan blog yang ada di internet menjadi sebuah permasalahan tersendiri. Bukan apa-apa, banyaknya referensi dan banyaknya platform blog yang ada terkadang membuat bingung mereka yang masih awam.

Pilih Blog Gratis Atau BerbayarAda banyak platform blog yang ada, mulai yang gratis sampai yang berbayar. Untuk yang sedang ingin memulai membuat blog, ada baiknya kalau membuat blog pada layanan blog yang gratis daripada yang berbayar. Ini pendapat saya pribadi, karena memang dalam ngeblog ada banyak “cobaan”, terutama soal konsistensi.

Keuntungan menggunakan blog gratisan bagi yang ingin memulai ngeblog, selain gratis, tentu saja bila nantinya tidak diteruskan atau istilahnya tidak semangat atau tidak tertarik lagi untuk ngeblog, tentu saja tidak akan rugi, paling hanya modal koneksi internet saja. Sedangkan blog berbayar tentu saja harus keluar modal dulu, minimal untuk koneksi, domain dan hosting.

Keuntungan lainnya dari blog gratisan adalah banyak sekali pilhan layanan, ada blogspot (blogger.com), wordpress.com, blogdetik, dll. Seandainya nanti ingin merubah menjadi domain sendiri, biasanya masing-masing platform tersebut menyediakan layanan domain juga, atau ada juga yang bisa menggunakan domain dari pihak ke-3.

Jadi, semua sesuai selera, ingin berbayar tidak masalah selama ada anggaran keuangan dan siap dengan konsekuensi misalkan saja timbul kejenuhan nantinya. Dan perlu diingat, kalau berbayar biasanya ada batas waktu sewa hosting dan domain. Kalau gratisan, misalkan jenuh atau timbul kebosanan ngeblog, suatu saat ingin ngeblog kembali masih bisa, karena blog gratisan biasanya tidak dihapus meski sudah tidak aktif lagi.

Jangan Hanya Ingin, Ayo Mulai Sekarang

Pernah saya mendengar seorang teman berkata bahwa dia ingin mempunyai blog, setelah mendengar cerita saya, dia tertarik juga untuk ngeblog. Tapi, nyatanya sampai sekarang belum juga dia memulai, setiap kali saya tanya alasannya ada saja. Ini hanya sebuah contoh, barangkali ada juga orang yang mempunyai keinginan seperti dia, dan belum juga memulai untuk merealisasikan keinginannya tersebut.

mulai ngeblog
Mulai Ngeblog

Mungkin wajar jika awal untuk memulai selalu dibayangi dengan ketakutan dan ada saja yang menghalangi keinginan tersebut. Tapi, selama belum memulai, saya kira keinginan tersebut sangat sulit terealisasi. Saya tidak bermaksud untuk menggurui, hanya saja awal saya ngeblog dulu juga begitu, sampai akhirnya saya beranikan diri untuk ngeblog, meski dulu hanya menuliskan kembali tulisan yang pernah ada dicatatan-catatan saya.

Sekedar cerita, dulu saya ngeblog karena ingin ini-itu, karena saya membeli buku tentang blog dan tentu saja yang namanya buku terkadang ada hal-hal menarik yang membuat saya tergerak untuk memulai. Saat saya putuskan untuk ngeblog, saya masih gagap dalam menulis sesuatu, bingung untuk menulis tentang apa, berhubung saya punya catatan-catatan dan puisi yang tersimpan di soft copy, saya hanya menuliskan puisi-puisi tersebut kedalam blog pertama saya.

Semua bertahan lumayan lama, hingga perlahan saya mulai membuat blog baru, saya belajar menulis sebisa saya, tentang apapun, dan referensi dari mana saja yang sekiranya pas dengan selera saya. Rupanya proses yang saya lalui tersebut membuat sedikit demi sedikit pemahaman saya bertambah, membuat terasah kemampuan saya, meskipun masih jauh dari kesan baik. Jadi, kurangi alasan kita, jangan hanya ingin, ayo mulai sekarang.

Ngeblog Itu Soal Hati

Ada yang bilang kalau ngeblog itu ribet, menghabiskan waktu, tapi ada juga yang bilang kalau ngeblog itu asik, menyenangkan. Itu soal rasa, masing-masing orang tentu saja punya pandangan yang berbeda-beda, karena beda orang tentu saja berbeda pula tolok ukurnya.

selera ngeblog
Selera Ngeblog

Ada yang berkata kalau ngeblog itu butuh totalitas, ngeblog itu butuh banyak waktu, ngeblog itu butuh update yang teratur. Tapi, ada juga yang bilang kalau ngeblog itu tidak harus dipaksakan, ngeblog itu tak butuh banyak waktu, ngeblog itu perlu dinikmati meskipun jarang update sekalipun, ngeblog itu yang penting niat, dan banyak pendapat lainnya. Itu soal rasa, masing-masing orang punya pendapat sendiri-sendiri, tak ada yang salah, karena ngeblog itu soal hati.

Ada yang berpendapat kalau blog itu butuh tampilan yang keren, blog yang bagus itu yang SEO-nya jempolan, tapi ada yang berpendapat kalau blog itu apa adanya, tak peduli SEO, yang penting membuat senang. Itu soal rasa, tak perlu ada pembenaran dari masing-masing pendapat, karena tidak ada salah benar, yang ada hanyalah kepuasan batin dari masing-masing orang.

Akhirnya, bukan soal salah-benar, bukan perihal asik-tidak asik, baik-buruk, tapi semua kembali pada selera. Ngeblog itu soal hati, menikmati aktivitas ngeblog lebih berarti ketimbang mengurusi pendapat orang lain yang belum tentu membuat puas batin. Intinya, ngeblog itu soal hati, orang boleh punya pendapat yang berbeda, namun muaranya pada diri masing-masing. Begitu?.

Pilih Blog Atau Jejaring Sosial? Tidak Perlu Bingung

Pilih Blog Atau Jejaring Sosial? – Blog merupakan salah satu tempat dimana saya bisa menumpahkan ide dan gagasan, tak jarang blog juga merupakn tempat saya menumpahkan uneg-uneg yang ada. Dengan blog saya merasa leluasa, tak merasa terintervensi, dan lebih nyaman. Ini menurut pendapat saya, bukan berarti orang lain juga berpendapat demikian.

pilih blog atau jejaring sosial
Blog vs Jejering Sosial

Meski belum pandai, namun saya sering mengajak teman untuk ngeblog, karena saya ingin banyak orang lain yang merasa menikmati aktivitas ngeblog. Namun tak semua orang suka ngeblog, banyak yang beralasan, banyak pula yang memang tidak tertarik. Tak masalah, bagi saya itu adalah hak bagi setiap orang, karena banyak hal lain yang bisa dijadikan tempat “pelarian” selain blog.

Jejaring sosial atau sosial media merupakan tempat favorit bagi sebagian orang, karena disini orang akan langsung bisa berinteraksi, saling berkomentar dan bertegur sapa. Saya sendiri pun terkadang menemukan keasyikan tersendiri saat menggunakan jejaring sosial, terutama facebook, dan terkadang twitter.

Orang bebas memilih, blog atau sosial media merupakan beberapa wadah untuk menumpahkan perasaan dan “bermain” kata-kata. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Saya memilih blog dibanding jejaring sosial, karena di blog bisa menulis sebanyak mungkin kata, upload sebanyak mungkin gambar, dan yang pasti bisa terarsipkan. Bagaimana dengan Anda?.

Ngeblog Itu Tak Butuh Waktu, Tapi Perlu Niat

“Aku sebenarnya ingin belajar ngeblog, tapi tidak ada waktu… “, demikian kata teman saya dalam komentarnya di facebook. Ya, hal semacam itu sudah sering saya temui, salah satu alasan kenapa banyak orang yang ingin punya blog tapi tak segera merealisasikan keinginannya tersebut. Dan saya menganggap wajar, karena masing-masing orang berlainan dalam menyikapi sesuatu.

Bila dirunut, sebenarnya semua orang mempunyai jumlah waktu yang sama dalam seharinya (1×24 jam), namun kesibukan masing-masing orang tentu saja berbeda. Diantara sekian waktu yang ada, saya percaya ada beberapa menit yang luang, dan bila diniatkan, sedikit waktu tersebut bisa menjadi ruang untuk berekspresi didalam blog.

ngeblog itu tak butuh waktuSaya sendiri kebetulan bukan orang sibuk, sehingga dapat berkata demikian, tapi saya pun terkadang juga mengalami kendala dalam ngeblog, terutama terhadap rasa malas. Kalau lagi niat, terkadang malah curi-curi waktu untuk sekedar update posting, dan ini saya anggap dinamika he.he..

Jadi, bukan soal punya atau tidak waktu, tapi ada atau tidak niat. Blog tak melulu menulis kata-kata, bisa sekedar foto, kata-kata singkat, atau apapun yang sekiranya bisa menjadi sebuah bahan postingan. Kalau update status dan komentar di facebook atau jejaring sosial lainnya saja bisa, kenapa tidak bisa untuk ngeblog?. Yang penting buat blog, kalau ada niat nanti di update, kalau lagi malas nanti dibiarkan.. nikmati saja, jangan hanya ingin, jangan banyak alasan, yang penting action!.